Presentasi Bisnis Model Kanvas
Presentasi Bisnis Model Kanvas

POSYANTEK adalah Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna yang dibentuk melalui PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 20 TAHUN 2010, Singkatnya peran Posyantek adalah sebagai Jembatan (penghubung) antara Masyarakat dengan Stakeholder, siapa Stakeholdernya? Pemerintah, Peneliti, Enjiner, UKM dan semua unsur yang terlibat dalam pengembangan Teknologi Tepat Guna (TTG) baik Industri Kreatif maupun Industri lainnya guna membantu Pemerintah melakukan Pemberdayaan masyarakat dalam upaya pengembangan masyarakat melalui penciptaan kondisi yang memungkinkan masyarakat mampu membangun diri dan lingkungannya secara mandiri melalui pemberian sumberdaya, kesempatan dalam pengambilan keputusan, serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat.

Teknologi Tepat Guna sendiri adalah teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dapat menjawab permasalahan masyarakat, tidak merusak lingkungan, dapat dimanfaatkan dan dipelihara oleh masyarakat secara mudah, serta menghasilkan nilai tambah dari aspek ekonomi dan aspek lingkungan.

Kenapa Posyantek Penting? karena Posyantek mempunyai Tugas :
a. memberikan pelayanan teknis, informasi dan promosi jenis/ spesifikasi TTG;
b. memfasilitasi pemetaan kebutuhan dan pengkajian TTG;
c. menjembatani masyarakat sebagai pengguna TTG dengan sumber TTG:
d. memotivasi penerapan TTG di masyarakat;
e. memberikan layanan konsultasi dan pendampingan kepada masyarakat
f. memfasilitasi penerapan TTG.

Acara Forum Inovator & Posyantek
Acara Forum Inovator & Posyantek

Pekan Lalu saya sebagai perwakilan dari Kota Batam & Provinsi Kepri di Undang Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal & Transmigrasi RI untuk mengikuti kegiatan Forum Komunikasi Inovator & Pengelola Posyantek guna men-sinergikan Program Kerja Posyantek di Seluruh Indonesia. dan alhamdulillah dari pertemuan ini telah terbentuk Pengurus Nasional yang disebut dengan Posyantek Nusantara.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan selama tiga hari di Gedung Makarti Kemendes Jakarta ini selain mengadakan Pameran alat TTG yang dibawa dari masing – masing Kabupaten/Kota panitia juga mengagendakan Seminar yang diisi oleh Direktorat Jendral Pembangunan & Pemberdayaan Masyarakat Desa serta kunjungan ke Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPITEK) yang berlokasi di Serpong – Tanggerang.

Peresmian Zona Bisnis Teknologi Puspitek
Peresmian Zona Bisnis Teknologi Puspitek

Di Puspitek kami diajak bekeliling melihat Produk – produk Hasil Inkubasi Puspitek, Puspitek memiliki sekitar 40 Laboratorium untuk penelitian dan Pengkajian Produk – Produk yang beredar di Indonesia, Puspitek yang berdiri diatas lahan 160Ha ini juga difungsikan sebagai Technopark yang sering dikunjungi oleh Sekolah, Universitas atau instansi2 lain sebagai Edukasi Iptek.

BMK Pawon Selera
BMK Pawon Selera

Ada yang menarik saat saya berkunjung ke salah satu Tenant hasil Inkubasi Puspitek, Pawon Selera nama produknya. saya melihat ada Lembaran Bisnis Model Kanvas (BMK) yang ditempel di sudut ruangan Tenant Tersebut. Bagi yang belum familiar dengan istilah Bisnis Model Kanvas mungkin bisa menjadikan BMK sebagai dasar / konsep sebelum memulai sebuah usaha, Model bisnis bisa didefinisikan sebagai paparan strategi yang harus dibuat sebuah bisnis sebelum mulai berkompetisi dengan bisnis lainnya. Banyak sekali strategi yang harus dijelaskan dalam sebuah model bisnis karena strategi tersebut berhubungan dengan banyak aspek dalam sebuah bisnis. Model bisnis di antaranya mengatur tentang tujuan hubungan kita dengan supplier, dengan distributor atau dengan para pelanggan secara langsung.

Time Schedule Pawon Selera Berdasarkan BMK
Time Schedule Pawon Selera Berdasarkan BMK

Salah satu perangkat analisis yang bisa membantu kita menemukan model bisnis yang tepat adalah model bisnis kanvas. Model bisnis yang satu ini pertama kali diperkenalkan oleh Alexander Osterwalder dalam bukunya yang berjudul Business Model Generation. Dalam buku tersebut, Alexander mencoba menjelaskan sebuah framework sederhana untuk mempresentasikan elemen-elemen penting yang terdapat dalam sebuah model bisnis.

Dalam salah satu referensi menyebutkan pengertian Model Bisnis Kanvas adalah sebuah management strategi bisnis yang memungkinkan kita untuk menggambarkan, mendesain kemudian mengerucutkan beberapa aspek bisnis menjadi satu startegi bisnis yang utuh.

Jika dilihat sepintas, sebenarnya alur model bisnis kanvas nampak cukup sederhana. Secara garis besar, alurnya mengalir dari satu elemen bisnis menuju elemen penting berikutnya.

Apa Hubungan antara Posyantek & BMK? seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa Posyantek yang bertujuan untuk Pemberdayaan Masyarakat juga harus memiliki strategi bagaimana agar Posyantek bisa terus tumbuh dan berkembang secara mandiri. untuk itu BMK adalah salah satu cara bagaimana kita merencanakan dan membuat target dalam pengembangan Posyantek itu sendiri khususnya.

Sebagai Contoh saya sebagai Pengelola Posyantek Gerbang Madani mempunyai Program Pemberdayaan Masyarakat yang konsen terhadap Sampah & Penghijauan (Hasil dari Pemetaan di kecamatan) membuat Inovasi Produk Hidroponik agar Masyarakat peduli kepada Lingkungan dengan memberi Pelatihan bercocok Tanam Dengan Hidroponik dengan Harapan Masyarakat yang dilatih akan dijadikan Trainer untuk pelatihan selanjutnya dan memberdayakan mereka untuk kegiatan – kegiatan lingkungan berikutnya, tentu kita perlu strategi Bagaimana menggalang dana untuk pelatihan, menyiapkan alat & bahan untuk peserta pelatihan dan lain sebagainya.

Nah, yang saya lakukan adalah membuat BMK dan mulai mencari Stakeholder mana yang kira – kira cocok dengan program yang akan saya jalankan, sehingga ketika kita melakukan Presentasi demi mendapatkan simpati mereka sudah paham dengan Maksud & tujuan kita dengan hanya melihat BMK ini.

Bagaimana Membuat Bisnis Model Kanvas? sebagai referensi saya ambil dari https://studentpreneur.co/blog/bmc-101-cara-mengisi-dan-contoh-business-model-canvas-yang-benar/
adalah sebagai berikut :

Cara Mengisi BMK

Pada dasarnya, BMK berisi 9 blok yang akan diterangkan lebih lanjut di bawah. Cara mengisinya sendiri tergantung dengan kebutuhan bisnis Anda. Tiap bisnis, bisa beda cara urutan mengisinya. Penulisan business model canvas bisa dimulai dari penawaran (offer-led), resources yang kita punya (resource-led), customer yang sudah kita kenal (customer-led), dana yang kita punyai (finance-led), atau benar-benar random (multiple centre-led).

Blok 1 : Value Proposition

Pada dasarnya, value proposition adalah blok pertama yang harus diisi apabila kita menggunakan metode offer-led. Value proposition sendiri merupakan nilai atau value yang kita tawarkan untuk pelanggan. Kelebihan dan keunggulan produk kita dibanding pesaing adalah hal yang harus dituliskan di value proposition.

Lalu, standardnya, value proposition bisa diisi sesuai kategori:

Newness : produk / jasa yang baru yang belum pernah ditawarkan sebelumnya biasanya banyak ditemukan di dunia teknologi.

Performance: produk / jasa yang ditawarkan meningkatkan kinerja customer agar menjadi lebih efisien / lebih efektif.

Customization: produk / jasa yang ditawarkan berbeda / ada pilihan untuk setiap segmen yang memiliki kebutuhan yang beragam/berbeda.

Getting the Job Done : dengan membeli brg tersebut akan membantu customer menyelesaikan sesuatu.

Desain (Design) : menawarkan nilai artistik lebih dr sekedar fungsional.

Status (Brand) : merk yang high class memberi social status kepada pembelinya.

Harga (Price) : menawarkan harga yang bersaing atau sesuai dengan ciri customer segmennya.

Hemat (Cost reduction) : produk / jasa yang ditawarkan membantu customer mengefisienkan biaya pemakaian.

Meminimasi Resiko (Risk reduction) : menawarkan produk / jasa yang meminimalkan risiko yang ditanggung customer seperti garansi.

Akses (Accessibility) : mempermudah akses customer terhadap produk / jasa yang ditawarkan.

Kenyamanan (Convenience/usability) : menawarkan produk / jasa yang nyaman dan cenderung mempermudah customer.

Blok 2 :Customer Segments

Setelah mengisi value proposition, langkah kedua adalah mencari orang-orang yang mungkin akan tertarik dengan value yang kita tawarkan. Customer segments adalah penggolongan orang-orang yang mungkin tertarik dengan value proposition bisnis kita.

Mass Market : segmen pasar luas dengan jenis kebutuhan dan masalah yang sama.

Niche Market : segmen pasar yang spesifik.

Segmented: segmen pasar yang memiliki kebutuhan berbeda tetapi dalam satu kategori.

Diversified : segmen pasar yang memiliki kebutuhan atau masalah yang sangat berbeda.

Multi-sided Platform : melayani 2 atau lebih pasar segmen pasar yang saling tergantung.

Blok 3 : Customer Relationship

Customer relationship adalah cara-cara yang bisa Anda gunakan untuk berkomunikasi dengan customer segments. Biasanya, banyak orang yang bingung membedakan antara customer relationship atau channels. Kata kuncinya adalah relationship. Customer relationship soal hubungan, kalau channel soal cara Anda menjangkau customer segments.

Transactional: beli putus saat itu juga.

Long-term: hubungan jangka panjang antara Anda dengan pelanggan.

Personal Assistance: Ada sales-rep yang melayani pelanggan Anda.

Self Service: Pelanggan melayani dirinya sendiri, biasanya di bisnis retail.

Automated Service: Pelanggan bahkan tidak perlu ke toko Anda, biasanya di bisnis SaaS.

Community: Anda menciptakan komunitas untuk pelanggan.

Co-Creation: Anda mengajak pelanggan menciptakan sesuatu untuk bisnis Anda.

Blok 4 : Channels

Pada dasarnya channels adalah cara Anda menjangkau customer. Tidak terbatas pada distribusi, tapi juga hal lainnya yang menyebabkan bisnis Anda dan customer bisa bersentuhan.

Direct : sales force, web sales, own stores.

Indirect : partner stores, wholesaler.

Awareness : tahap awal menginformasikan ke customer.

Evaluation : cara membantu customer mengevaluasi value proposition yang ditawarkan.

Purchase : cara-cara customer melakukan pembelian.

Delivery : cara menyampaikan value proposition (produk/jasa) kepada customer.

After Sales : customer support setelah terjadi transaksi.

Blok 5 : Key Activities

Kolom key activities harus diisi dengan kegiatan wajib yang dilakukan oleh perusahaan untuk menghasilkan value proposition yang ditawarkan.

Production : aktivitas merancang, membuat, mengirimkan produk.

Problem Solving : aktivitas operasi yang biasanya muncul pada perusahaan konsultan, rumah sakit, organisasi penyedia jasa.

Platform Network : menjadi tempat atau wadah bertemunya dua atau lebih segmen pasar untuk saling berinteraksi/transaksi atau membangun network.

Blok 6 : Key Resources

Key resources adalah hal-hal paling penting yang harus Anda punyai agar key activities bisa dijalankan dan value proposition bisa diberikan pada customer.

Physical asset : fasilitas pabrik, gedung-gedung, kendaraan, mesin-mesin.

Intellectual : brand, hak paten, copyright, database customer dan database partnership, informasi rahasia perusahaan

Human : tenaga kerja

Financial : sumber daya keuangan perusahaan cash, credit, obligasi, saham

Blok 7 : Key Partners

Key partners adalah pihak-pihak yang bisa Anda ajak kerjasama dengan tujuan:

Optimization and Economy: motivasi berpartner untuk mengoptimalkan alokasi sumber daya dan aktivitas mengingat sebuah perusahaan tidak perlu memiliki semua sumber daya dan melakukan kegiatannya sendirian.

Reduction of Risk and Uncertainty: mengurangi risiko dan ketidakpastian dalam lingkungan persaingan.

Acquisition of particular resources and activities: mengakuisisi perusahaan lain untuk meningkatkan kemampuan kinerja perusahaan.

Strategic Alliance between non-competitors: kerjasama dengan perusahaan yg tidak sejenis.

Coopetition: kerjasama dengan perusahaan kompetitor.

Joint ventures to develop new business: kerjasama untuk membentuk usaha baru.

Buyer supplier relationship: hubungan hanya sebagai pembeli dan penjual biasanya terjadi pada motif optimization and economy of scale.

Blok 8 : Cost Structure

Cost structure adalah rincian biaya-biaya terbesar yang harus Anda keluarkan untuk melakukan key activities dan menghasilkan value proposition.

Cost-driven: sensitif terhadap harga bahan baku.

Value-driven: perusahaan tidak terlalu memikirkan harga produksi/bahan baku karena yang dijual adalah nilai/seni/status/gaya hidup.

Fixed cost: biaya-biaya tetap yang muncul yang tidak tergantung pada jumlah produksi

Variable cost: biaya-biaya yang muncul bervariasi sesuai jumlah yang diproduksi

Blok 9 : Revenue Stream

Revenue stream dalam BMK akan kita isi dengan berbagai cara untuk menghasilkan keuntungan dari value proposition kita. Bahasa kasarnya: cara kita mendapatkan duit.

Asset Sale: penjualan produk secara fisik.

Usage Fee: customer membayar sesuai lamanya menggunakan produk/jasa.

Subscription Fees: biaya berlangganan.

Lending/renting/leasing: biaya peminjaman/pemakaian/penggunaan sementara.

Licensing: biaya ijin pakai jasa / produk.

Dari 9 Blok yang telah disebutkan diatas, kemudian kita tuangkan kedalam Kertas untuk kemudian kita tempel di tempat yang bisa dilihat orang ketika mereka masuk atau berkunjung melihat produk kita seperti yang dilakukan Pawon Selera ketika saya mengunjungi Tenant mereka.

Tampilan dari 9 Blok Tersebut dengan Menggunakan Produk Inovasi Hidroponik saya kira – kira seperti ini :

Canvas Model Bisnis

Spanduk Pelatihan Hidroponik Posyantek Gerbang Madani

Spanduk Pelatihan Hidroponik
Spanduk Pelatihan Hidroponik

Pelatihan Hidroponik oleh Posyantek Gerbang Madani Disponsori oleh Stakeholder

Pelatihan Hidroponik
Pelatihan Hidroponik

Banyak sekali manfaat dari Bisnis Model Kanvas ini, silahkan dicoba.. semoga bermanfaat

Advertisements